Review: the Billionaire

Tulisan ini sebenarnya dibuat tanggal 5 Februari, cuma baru diselesaikan tanggal 29 Februari kemarin, makanya baru diposting sekarang. Enjoy….

Waaakkksss…. Ini pertama kalinya gue nulis lagi menggunakan narasi di awal tulisan seperti ini. Terakhir bikin tulisan dengan narasi seperti ini tuh waktu jaman Multiply. Hahahaha…. Oke seperti judulnya, (ceritanya) gue mau bikin review tentang film the Billionaire yang baru aja gue tonton semalem (3 Februari). By the way, gue coba nulis ini dengan cukup hati-hati, semoga aja nggak (nggak sengaja) spoiler.

REVIEW: THE BILLIONAIRE

 

Top Ittipat. Sebelum film ini keluar gue nggak akan pernah tau siapa gerangan orang yang punya nama sama kayak nama wafer idola jaman gue kecil yang sekarang entah masih produksi apa nggak. Top diperankan oleh orang yang main di Suck Seed (I don’t know his name and too lazy to google his name), walau di Suck Seed bukan dia main talentnya, tapi akting dia itu yang menurut gue paling menonjol di film itu selain kecantikan Nattasha Nauljam (perempuan ini cantik luar biasa, coba di google deh) <3.

Film dimulai dengan memperlihatkan rutinitas seorang anak SMA yang gemar main game online, dia mulai menemukan kalau dari hobinya main game online dia bisa memperoleh uang yang banyak (gimana nggak banyak, dia bisa sampe beli mobil). Top ini anak yang bisa dibilang beruntung, karena nggak semua orang bisa menghasilkan uang dari hobi mereka. Tapi walaupun Top punya uang banyak dan bisa beli apa aja, dia mengalami benturan-benturan terutama dari orang tuanya yang nggak suka Top yang masih sekolah malah lebih fokus nyari duit dengan main game dari pada belajar untuk kelulusannya.

Cerita mulai berjalan ketika akun game online Top dibanned. Top yang sudah kepalang sombong kepada orang tuanya dan tidak mau meminta uang dari mereka mulai memikirkan gimana caranya mendapatkan uang dari sisa tabungan uang game online. Maka Top yang cukup cerdas dan berani ini tanpa pikir panjang mengambil cara gampang dengan berjualan DVD Player. Nah inilah awal mula Top mulai merasakan kegagalan-kegagalan yang sebelumnya tidak dia dapatkan ketika mendapatkan uang dari game online-nya.

Jatuh-bangun Top mulai terasa berat ketika orang tuanya pergi meninggalkan Thailand dan tinggal bersama kakak-kakak Top di China untuk menghindari utang dari bank. Kemudian problem naik ketika Top tidak lulus ujian untuk masuk kuliah dan hubungan dengan pacarnya saat itu memburuk. Tapi satu yang Top lakukan, dia tidak menyerah dalam membangun usahanya. Walaupun sering kali usahanya gagal dan mendapatkan kendala, namun Top tetap pantang menyerah dan giat mencari jalan keluar.

Berkali-kali Top gagal, berulang kali juga Top mengalami cobaan dalam bisnisnya, namun itu tidak menghentikan niat Top untuk terus berusaha menjadi pengusaha yang sukses. Nilai pantang menyerah yang dimiliki Top patut diacungi jempol walau minus dengan kecerobohannya dalam memilih bisnis dan juga menjalankannya. Tapi walau berulang kali Top gagal, dia selalu saja menemukan jalan keluar untuk tetap berbisnis (walau terkadang malah terlihat seperti berjudi karena mengorbankan banyak hal)

Ada banyak hal positif yang bisa diambil di film ini, termasuk kalau sebenarnya pendidikan itu tidak selalu menentukan keberhasilan kita (walaupun pendidikan juga penting dan memudahkan kita untuk mencapai keberhasilan). Tapi hal yang paling penting untuk berhasil adalah pantang menyerah, fokus ke jalan keluar bukan fokus ke masalah, berani mengambil langkah besar dalam hidup dan selalu belajar tanpa pernah berhenti (belajar disini bukan berarti harus sekolah/kuliah, belajar dari kehidupan adalah sekolahan yang paling mahal dan sulit).

Film ini sebenernya agak menohok gue sih, terutama karena sebenarnya gue lebih memilih tidak melanjutkan kuliah. Namun bedanya gue masih harus membuktikan ke orang tua kalau pilihan gue untuk tidak melanjutkan kuliah ini adalah yang terbaik untuk mereka maupun untuk gue.

Sekarang bola untuk sukses ada ditangan kita (gue dan kalian), tinggal bagaimana kita menggiring bola itu ke mana dan akan menendangnya ke mana. Intinya setiap pilihan dalam hidup ini mengandung risiko yang sama besarnya, pilih risiko itu dan jalani sepenuh hati tanpa mengenal kata berhenti, Insya Allah keberhasilan ada di depan mata kita.

Advertisements

~ by tukangbikinfilm on March 2, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: